Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Inilah 6 Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis yang Jarang Diketahui

Ingin mahir memainkan alat musik?. Untuk mewujudkan impian tersebut tidaklah sulit. Pasalnya, sekarang ini sudah banyak tutorial bisa dipelajari. Namun sebelum itu, penting bagi pemula untuk mengenali jenis-jenis tata laras termasuk memahami perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis.

Cara Mencari Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis

Bingung membedakan antara tangga nada diatonis dan pentatonis?. Tidak perlu risau, pada dasarnya untuk membedakan kedua tata laras tersebut tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan. Pasalnya, masing-masing memiliki ciri khas. Untuk mengetahui lebih lanjut, Anda bisa membaca ulasan berikut ini:

1.  Jumlah Nada

Salah satu perbedaan diantara kedua jenis tangga nada tersebut bisa diketahui dari jumlahnya. Perlu diketahui bahwa tipe diatonis mempunyai tujuh komposisi bunyi primer yakni berupa do, re, mi, fa, sol dan la.

Tangga Nada

Berbeda halnya dengan tangga nada pentatonis yang hanya memiliki lima bunyi primer saja yakni terdiri dari dua elemen dan masing-masing mempunyai susunan berbeda. Dari segi jumlah komposisi jenis ini memang tergolong lebih sedikit.

2.  Jenis Alat Musik yang Biasa Dimainkan

Selain dari jumlah nadanya, perbedaan diantara keduanya juga bisa ditinjau berdasarkan alat musik yang biasa dimainkan menggunakan tatat laras tersebut. Untuk tipe diatonis seringkali digunakan pada peralatan modern kontemporer seperti gitar, piano dan masih banyak lainnya.

Sedangkan tangga nada pentatonis biasanya digunakan untuk memainkan alat musik tradisional seperti Gamelan, Tifa, Calung, Gambang Kromo, Idiokordo empat dawai serta masih banyak lainnya. Inilah yang salah satu ciri dari tata laras tersebut.

3.  Mempunyai Jenis atau Bagian Berbeda

Perbedaan lainnya yang perlu diketahui dari kedua jenis tangga nada tersebut yakni jumlah kategorinya. Khusus untuk tata laras diatonis dikategorikan lagi ke dalam 2 tipe yaitu minor dan mayor.

Sama halnya dengan tangga nada diatonis, tata laras pentatonis juga dibagi lagi menjadi dua bagian yakni slendro dan pelog. Masing-masing dari kategori tersebut mempunyai ciri khas irama masing-masing. 

4.  Ciri Khas Irama

Selain dari keempat hal diatas, perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis juga dapat ditinjau berdasarkan irama yang dihasilkan. Untuk tata laras mayor menimbulkan kesan ceria dan semangat sedangkan minor, lebih terkesan mellow serta sedikit sendu.

Tidak berbeda jauh dengan diatonis, tata laras pentatonis juga memiliki dua bagian. Khusus untuk Slendro menghasilkan irama dengan kesan ceria berciri khas upbeat sekali. Sedangkan tangga nada Pelog ritme sedikit lebih pelan.

5.  Jenis Karya Musik

Tidak hanya terletak pada kesan iramanya saja, perbedaan diantara kedua tangga tersebut juga bisa dilihat dari jenis karya musiknya. Biasanya tata laras diatonis lebih banyak digunakan pada lagu-lagu modern dan kontemporer seperti Naik Delman, Kebunku, Gundul Pacul serta masih banyak lainnya.

Berbeda halnya dengan tangga nada diatonis yang terkesan modern, tata laras pentatonis lebih banyak ditemui pada jenis musik tradisional seperti lagu-lagu populer berjudul Jali-jali, Kincir-kincir, Suwe Ora Jamu, Lir-ilir, Cing Cangkeling serta masih banyak lainnya.

6.  Jarak Tangga Nada

Untuk membedakan antara kedua jenis tangga nada tersebut juga bisa dilihat dari jarak bunyinya. Ciri khusus tata laras diatonis menggunakan 2 jarak yakni satu dan setengah interval dalam sebuah rangkaian sistem.

Itulah beberapa perbedaan tangga nada diatonis dan pentatonis yang jarang orang ketahui. Semoga ulasan singkat di atas bisa menjadi sumber referensi serta menambah pengetahuan masyarakat mengenai jenis-jenis tata laras.

Posting Komentar untuk "Inilah 6 Perbedaan Tangga Nada Diatonis dan Pentatonis yang Jarang Diketahui"